Semalam, jam 23.00, saya dengar di Radio El Shinta, sedang mewawancarai seorang pakar/ahli cuaca, pak Hendro P, yang saya akui akurat ramalannya karena berdasarkan data-data dari satelit.
Tetapi ketika ditanya ttg air pasang/surut besar, beliau hanya menjawab bulan purnama, trus ditanya kapan lagi, jawabannya sangat tidak memuaskan saya.
Tetapi ketika ditanya ttg air pasang/surut besar, beliau hanya menjawab bulan purnama, trus ditanya kapan lagi, jawabannya sangat tidak memuaskan saya.
Sebagai orang yang tinggal di pinggir laut, saya dulu sangat memperhatikan dan diajarkan menghitung air pasang besar/surut berdasarkan kalender China, karena itu adalah "my berenang days, my fishing days, cari2 mussels" hahaha.... jadi selalu mempelototin tanggalan.
Cara menghitung air pasang besar (ingat pelajaran SD; pasang surut air laut dipengaruhi oleh gravitasi bulan):
Dari Kalender China (Kalender China menggunakan sistem matahari dan bulan), air pasang/surut besar adalah setiap tgl. 13 - 18 (bulannya besar/purnama) dan tgl. 29 - 3 (bulan mati/bulan sabit). Air pasang, istilahnya air mulai dorong jam 2-3 /pagi atau sore, mencapai peaknya tertingginya jam 5-6 pagi/sore (sama saja jam pasang/surut di pagi hari atau sore hari). Air surut, ada di peaknya (surut jauh) di jam 11 - 12 siang/malam (sama aja jam nya).
Sedangkan untuk pasang tertinggi setiap bulan ada di tanggal 18 dan tanggal 3, itu merupakan tertinggi.---> kalo ini, aku selalu memperhatikan batas garis air di tiang2 jembatan dan menghitung anak tangga yg tergenang.
Diluar tanggal 13 - 18 dan 29 - 3, air laut dinamakan air KONDA, yaitu suatu kondisi dimana air tidak pasang dan tidak surut, air konda di bagi 2, konda besar dan konda kecil (aku paling benci air konda, apalagi kalo konda kecil, laut serba tanggung, mau mancing, ikan besarnya ngga ada yg lewat, mau berenang airnya kurang, mau cari seashell airnya masih ada, yang akhirnya aku cuma bengong2 aja di jembatan/dermaga sepanjang 1 km milik kakek aku...)
Sedangkan untuk pasang tertinggi setiap bulan ada di tanggal 18 dan tanggal 3, itu merupakan tertinggi.---> kalo ini, aku selalu memperhatikan batas garis air di tiang2 jembatan dan menghitung anak tangga yg tergenang.
Diluar tanggal 13 - 18 dan 29 - 3, air laut dinamakan air KONDA, yaitu suatu kondisi dimana air tidak pasang dan tidak surut, air konda di bagi 2, konda besar dan konda kecil (aku paling benci air konda, apalagi kalo konda kecil, laut serba tanggung, mau mancing, ikan besarnya ngga ada yg lewat, mau berenang airnya kurang, mau cari seashell airnya masih ada, yang akhirnya aku cuma bengong2 aja di jembatan/dermaga sepanjang 1 km milik kakek aku...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar